Viral Kronologi Diduga Oknum Anggota TNI AL Aniaya Advokat, Publik: Kita Kawal Biar Masalah Ini Segera Tuntas

Berita Online - Sebuah video viral memperlihatkan aksi tak terpuji dilakukan kepada seorang wanita. Peristiwa itu diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI AL, yang mana oknum tersebut melakukan penganiayaan kepada seorang  wanita asisten advokat di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. 

Informasi itu diketahui pada akun Instagram @kabarnegri yang memviralkan kembali video unggahan TikTok @redjusticia_lawfirm. Akun Instagram lembaga hukum itu pun mengunggah video yang sama disertai dengan penjelasan lebih rinci mengenai peristiwa yang terjadi.

Dalam video itu terlihat seorang wanita berjilbab yang masuk ke dalam sebuah kantor. Ia terlihat terlibat perseteruan panas dengan seorang oknum anggota TNI.

Seorang pria yang diduga saudara pelaku terlihat membantu penganiayaan dengan memegangi tangan korban. Sampai akhirnya pelaku yang mengenakan seragam militer tampak berhasil merebut sesuatu dari korban.

"Dugaan penganiayaan kepada seorang wanita berhilbab yang sangat tidak pantas dilakukan oleh Oknum Anggota TNI AL," tulis @redjusticia_lawfirm, dikutip dari SuaraJabar.id, Rabu (23/8/2022).

Kronologi Terjadinya Dugaan Penganiayaan

Merujuk pada tanggal yang tertera di rekaman CCTV, peristiwa itu terjadi pada 11 Agustus 2022 dan kini telah dilaporkan ke Polsek Cepu.

Saat itu pelaku M, yang merupakan oknum TNI AL Surabaya, bersama saudaranya yang berinisial R serta beberapa orang datang ke kantor korban.

Oknum TNI AL berpangkat Kapten itu disebut juga didampingi suaminya, Letnan S. Rombongan itu berniat untuk menemui korban dalam rangka mencabut surat kuasa pendampingan hukum dan meminta tanda terima pencabutan surat kuasa yang telah mereka buat sebelumnya.

Namun korban menolak permintaan tersebut karena belum lengkap dan memenuhi syarat secara administratif. Namun oknum anggota TNI AL itu menolaknya, berdalih surat yang dibawanya sesuai dengan yang berlaku di institusinya.

Kedua pihak lantas terlibat dalam perdebatan hingga sempat disepakati dilakukan perbaikan. Namun kedua pihak malah kembali memanas hingga berujung pengejaran dan penganiayaan yang terlihat di CCTV.

Bahkan pelaku R tidak ragu untuk membekap mulut korban. Lalu pelaku M terlihat mencengkeram dan menarik tangan demi merebut surat tanda terima pencabutan kuasa dari korban.

Meski kronologi kejadian telah dijelaskan, pihak korban mengaku belum tahu alasan pelaku menolak menandatangani form pencabutan surat kuasa yang disediakan.

Korban juga tidak mengungkap perkara yang dikuasakan pelaku kepada korban sampai berujung dengan aksi traumatis ini.

Tanggapan Warganet

Dugaan aksi penganiayaan ini jelas mendapat banyak sorotan, apalagi karena pelakunya adalah seorang oknum anggota militer.

"Kita kawal yuk biar masalah ini segera tuntas," ajak @kabarnegri yang berusaha memviralkan kejadian tersebut.

"Ngga ada habis nya, semoga dikembalikan lagi ke abri merdekaa," komentar warganet.

"Orang-orang di kantor segitu banyak kok gak ada yang lari keluar buat bantuin ya?" ujar warganet yang menyayangkan lambannya bantuan dari rekan kerja korban.

"Oknum lagi," kecam warganet.

"Viralkan gaesss," timpal yang lainnya.

Sedangkan beberapa warganet lain menandai sejumlah pihak, termasuk akun Instagram Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa agar turut tangan menangani arogansi oknum anak buahnya tersebut.

No comments

Powered by Blogger.
------------------------------