Ngakak! Pamer Keunggulan Prabowo Dibandingkan Capres lain, Fadli Zon Kena Skakmat Netizen

Ngakak! Pamer Keunggulan Prabowo Dibandingkan Capres lain, Fadli Zon Kena Skakmat Netizen

Berita Terkini - Hingga saat ini sudah ada 3 nama Capres yang muncul yakni Anies, Ganjar serta Prabowo.

Dan dari 3 nama itu Prabowo yang masih harap-harap cemas. Pasalnya dukungan partai kepadanya belum memenuhi ambang batas presidential threshold 20 persen. Baru Gerindra doang yang mendukung Menteri Pertahanan tersebut.

Sedangkan PKB yang digadang-gadang akan berkoalisi dengan Gerindra, masih wait n see.

PKB masih menunggu syarat yang mereka ajukan yakni Cak Imin jadi Cawapres Prabowo. Jika disetujui, koalisi PKB-Gerindra akan berlanjut. Namun jika tidak disetujui, bisa saja koalisi tersebut akan bubar.

Celakanya, perolehan suara Gerindra tidak sebanyak PDIP yang bisa mengusung pasangan Capres/Cawapres sendiri.

Jadi keberlangsungan Prabowo sebagai Capres benar-benar sangat tergantung pada partai lain, wabil khusus PKB.

Sedangkan Anies bisa dibilang cukup aman. Karena baik PKS, NasDem maupun Demokrat sudah tanda tangan untuk mengusung dia. Tinggal lagi menjinakkan Partai Demokrat yang ngotot menyodorkan politisi tidak potensial AHY untuk jadi Cawapresnya.

Kalau Anies berhasil meyakinkan kader Demokrat bahwa AHY bukanlah Cawapres terbaik maka pencapresan dirinya akan aman.

Begitu pun dengan Ganjar, lebih aman lagi. Pasalnya berkoalisi dengan partai lain atau tidak, partainya PDIP tetap bisa mengusung dirinya sebagai Capres.

Sebaliknya, hal yang tidak menguntungkan lain bagi Prabowo adalah posisinya gak gelas, sehingga sulit mendapat dukungan. Mau disebut oposisi tapi dia sudah bergabung dengan pemerintah dan menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Mau disebut bagian dari Jokowi tapi pendukung Jokowi tetap ogah mendukungnya kecuali Permadi Arya dan Immanuel Ebenezer.

Terakhir yang terjadi, para haters Jokowi yang notabene pendukungnya dulu, sekarang jadi pendukung Anies. Sedangkan para pendukung Jokowi kebanyakan mendukung Ganjar.

Prabowo benar-benar berada di posisi yang sulit. Sesulit percaya kalau Lucinta Luna hamil anak ketiga.

Akan tetapi karena amanat partai sudah memutuskan mengusung Ketumnya sebagai Capres 2024, maka mau tidak mau, ikhlas tidak ikhlas kader Gerindra harus memperjuangkan amanat itu.

Pilihannya cuma ada dua, kalau gak dukung Prabowo ya keluar dari Gerindra. Kira-kira seperti Sandiga Uno yang gak mau lagi mendukung politisi tua berumur 71 tahun itu. Ia berencana pindah ke PPP.

Sementara Fadli Zon tetap setia memperjuangkan Prabowo. Dia sepertinya enggan pindah ke partai lain seperti PKS dan Demokrat.

Nah, salah satu langkah yang dilakukan oleh Fadli Zon ini untuk meyakinkan orang agar mau memilih Prabowo adalah dengan memamerkan keunggulan bosnya itu, yang tidak dimiliki oleh Anies maupun Ganjar.

Pertama, menurut Fadli, Prabowo lebih tua dibandingkan dengan Capres lainnya, sehingga memiliki kebijaksanaan. Yang kebijaksanaan ini dibutuhkan oleh rakyat Indonesia.

"Dan artinya juga diperlukan wisdom, kebijaksanaan. Pada orang-orang senior itu, saya kira, karena mengalami lebih awal, pengalamannya banyak tentunya ada pembanding. Saya kira wisdom itu penting. Apalagi mengetahui apa yang harus dilakukan," ujarnya dengan nada sedikit meyakinkan.

Kedua, Prabowo punya banyak pengalaman. Bayangkan saja orang nomor satu di Gerindra itu sudah 3 kali ikut Pilpres. Sedangkan Ganjar dan Anies tidak pernah sekali pun berterung memperebutkan kursi RI-1.

Sementara, kita tahu sendiri bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Artinya Prabowo punya guru atau mentor yang jauh lebih baik dari Anies dan Ganjar, yakni kalah di Pilpres berkali-kali.

Dan ketiga, Prabowo tipikal orang yang pantang menyerah. Orang ikut Pilkades saja, kemudian kalah. Bisa jadi gak mau ikut lagi pada Pilkades berikutnya. Karena malu serta sudah banyak duit yang habis. Sedangkan Prabowo yang seluruh Indonesia tahu dia pernah hattrick (3 kali) kalah di Pilpres, sudah menghabiskan duit ratusan miliar bahkan mungkin triliunan rupiah, tetap saja punya kemauan untuk mencalonkan diri sebagai presiden pada Pilpres 2024 mendatang.

Hanya orang-orang yang berhati aluminium dan bermuka badak bercula satu yang bisa begitu.

Namun ini juga masalahnya. Bukannya mendapat apresiasi yang positif dari masyarakat, pamer keunggulan Prabowo ala Fadli Zon itu malah kena skakmat netizen.

Berikut di antaranya,

"2019 timbul tenggelam bersama rakyat. Ternyata ayah (Prabowo) timbul dan melenggang masuk ke istana, sementara rakyatnya tetap dibiarkan tenggelam"

Hahaha

Entah rakyat mana yang dimaksud oleh Kadrun pemilik akun Twitter @PalupiPalu6963 itu. Apakah FPI, PA 212 atau HTI?

"Saya nyesal sudah pilih Prabowo. 2024 ogah pilih singa yang jadi kucing (lagi)" tutur pemilik akun Twitter @SulaemanSulee

Masih mending disebut jadi kucing, masih bisa nangkep tikus. Kalau disebut marmut merah jambu, siap-siap jadi bulan-bulanan kucing.

"Bos (Fadli Zon) sudahlah, jangan menyanjung Prabowo lagi. Kita rakyat sudah dibohongi dan dikhianati. Nyesel saya dulu pilih Gerindra" ujar pemilik akun Twitter @HertantoAri

Cadas....

Dan ada juga sih yang mengatakan, kenapa pendukung Jokowi enggan mendukung Prabowo karena ada Fadli Zon di belakangnya.

No comments

Powered by Blogger.
------------------------------