“Bang Ade, Jangan Pecahkan Ganjar Dan PDIP!”

Berita Terkini - Setelah ada kontrak politik yang menjerat Anies Baswedan, dan proposal aneh Prabowo Subianto yang bikin malu negara, kini ada Ganjar Pranowo yang ditempa isu menandatangani kontrak politik dengan partainya sendiri.

Dua bacapres sebelum Ganjar memang terkenal dengan tindakan tidak benarnya, tapi tidak dengan gubernur Jawa Tengah satu itu. Ya, lagi-lagi namanya dibawa dalam sebuah isu yang berakhir pada berita palsu atau hoax.

Duh, mana salah satunya ada pendukungnya Pak Joko Widodo lagi. Ya, sedikit kaget karena Ade Armando yang baru saja bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu terbawa arus provokator untuk menyenggol PDIP dengan isu receh.

Keberadaan isu yang sedang menggemparkan dunia perpolitikan itu, membuat publik kembali digiring pada cerita lama. Entah tujuannya Ade sengaja atau tidak sengaja, tetap saja membuat gaduh dengan berita yang bersumber dari ‘katanya-katanya’ itu tidak bijak.

Apalagi sekelas Ade ini kan berasal dari akademisi, tidak mungkin dong pemikirannya 11-12 dengan mantan rektor Paramadina dan mantan menteri pendidikan yang dipecat Pak Jokowi, ehe. Kalau Anies Baswedan berakhir dengan naas saat kontrak politiknya dengan Sandiaga Uno terpublish, Ganjar justru kena hoax dengan tema sama seperti Anies tentang kontrak politik.

Hello everyone, jangan samakan Ganjar dengan Anies yang tidak bertanggungjawab dengan janji dan keputusan yang diambilnya. Penilaian Dubes Korsel kepada Ganjar sebagai politikus yang menjanjikan nyatanya bukan sekedar pujian, karena pujian tersebut terwujud dalam tindak-tunduk Ganjar sebagai politisi ulung yang digadang menjadi pemimpin Replublik Indonesia tahun 2024 nanti.

Makanya disaat dua bacapres lainnya terkena serangan, dan Ganjar dapat berita positif, barisan haters tidak
terima. Dan berakhir menyeret orang-orang di sekitar Ganjar untuk membuat berita-berita palsu itu.

Isu penandatangan kontrak politik itu tidak berdasar, tapi jika dibiarkan akan mengontaminasi pikiran rakyat. Ganjar harus turun meluruskan statement, agar rakyat ini tidak teracuni kabar hoax tersebut.

Dalam pernyataannya, Ganjar membantah berita yang mengabarkan ia meneken kontrak politik dengan Megawati Soekarnoputri terkait pemilihan menteri yang akan dilakukan PDIP, jikalau Ganjar menjadi presiden.

Ganjar membantah hal itu, karena pemilihan menteri dalam sebuah kabinet itu adalah hak prerogative seorang presiden. Tidak mungkin hal krusial itu akan dipermainkan oleh Ganjar ataupun Megawati.

Keduanya tahu segala aturan yang berlaku di negara hukum ini sudah diatur semua. Ganjar dan Mega adalah tokoh publik yang taat patuh pada aturan yang berlaku, tidak akan keluar jalur hanya karena nafsu politik yang dapat menghancurkan tanah airnya.

Jadi yang namanya hak prerogative tadi tidak bisa diganggu gugat, semua keputusannya ada pada presiden. Sama halnya yang kemarin diucapkan barisan kader PDIP, saat penunjukan capres dari partai banteng itu berdasarkan hak prerogative ketua umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Atas hak mutlak tersebut, baik Ganjar dan Megawati akan saling menghargai satu sama lain. Aksi Ade yang amatir ini justru mumbuat publik kembali dilanda rasa bingung. Banyak orang mengira yang dibawakan Ade itu adalah berita valid, padahal sumbernya tidak jelas.

Bahkan berita palsu itu hanya berdasarkan gosip yang dibisikkan dari telinga satu ke telinga lain saja, tapi tidak ada bukti konkret yang mengarah ke sana. Sudah semestinya kader PSI itu mencari kebenaran yang terjadi terlebih dahulu, agar tidak menimbulkan kisruh yang berbuntut panjang begini.

Inilah salah satu aksi orang yang berjubah relawan Jokowi, pendukung Ganjar dan apalah itu sebutannya, tapi yang dilakukannya bukan menjalankan nasehat yang didukung malah membiarkan dirinya terseret arus barisan kadrun dan provokator lain.

Dalam setiap penuturan Ganjar ketika bertemu relawannya, nasehat yang terlontar adalah bijak dalam bermedsos. Siapapun mereka yang berada di barisan Ganjar Pranowo, hindarilah yang namanya bully, hoax, dan fitnah. Karena hal-hal itu yang akan membuat demokrasi kita cacat.

Ngapain bawa hal-hal berbau negative itu, padahal kita punya data dan fakta yang ada di depan mata. Jika tidak ada fakta yang membuktikan hal itu benar, maka sudah pasti hoax namanya. Ade Armando harus lebih berhati-hati menentukan langkahnya dan mengeluarkan statemennya.

PDIP dan Ganjar Pranowo itu adalah satu kesatuan, pun dengan Jokowi dan PDIP yang tidak bisa dipisahkan. Kalau mau dukung mereka ya hormati apa keputusan dan kebijakan mereka. Yang terpenting, apapun yang mereka lakukan tidak mungkin merugikan negara ataupun rakyat. Karena negara dan rakyat adalah satu kesatuan yang menjadi prioritas ketiganya.

Begitu pula dengan hal-hal yang tidak pasti, tidak perlu membesarkannya dengan koar-koar tidak jelas kalau pada akhirnya data dan fakta tidak ditemukan di sana. Kalau Ade masih percaya dengan bisikan tanpa bukti dan kevalidtan yang mengikutinya, maka jadilah boomerang baginya sendiri.

Sumber :  https://seword.com/politik/bang-ade-jangan-pecahkan-ganjar-dan-pdip-A07uaq8S46

No comments

Powered by Blogger.
------------------------------