Proyek Mangkrak JLNT Pluit, Ahok Sikat Anies! Capres Rasis Auto Mingkem

Proyek Mangkrak JLNT Pluit, Ahok Sikat Anies! Capres Rasis Auto Mingkem

Berita Terkini - Soal proyek mangkrak di DKI Jakarta yang dibangun saat era Basuki Tjahaja Purnama saat ini mulai mencret lagi karena politisi PSI mengangkatnya. Kita tahu bahwa ada jalan layang yang dibuat di daerah Jakarta Utara tepatnya di daerah Muara Karang Pluit yang menghubungkan antara jalur di PLTU sampai ke daerah dekat tol untuk sambungan jarak dekat.

Proyek ini dikatakan sangat strategis karena akan mengurangi kemacetan yang besar-besaran di daerah Pluit muara Karang sampai ke arah tol. Proyek ini berhenti di era Anies Baswedan yang saat itu menang dengan cara tidak terhormat dan sangat menjijikkan kalau kita bayangkan lagi.

Isu-isu politik identitas dan juga demokrasi yang disobek-sobek oleh Anies Baswedan dan relawannya membuat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dimatikan karakternya. Bapak Ahok saat itu sedang membangun Indonesia lewat DKI Jakarta dengan begitu gencar dan begitu tidak mau berkompromi dengan para bajingan politik dan elit-elit politik yang ingin dia untuk segera jatuh karena nggak makan lobster.

Tapi yang nggak makan lobster sekarang sudah nggak bisa makan lobster lagi untuk selama-lamanya. Proyek jalan ini mangkrak padahal sudah dianggarkan di anggaran pembelanjaan daerah DKI Jakarta alias APBD. Seharusnya menurut Ahok kalau sudah dijalankan di APBD hanya tinggal eksekusi saja.

Waktu itu memang ada masalah pembebasan lahan yang diklaim masih terus diproses akan tetapi segala lobi-lobi kepada masyarakat sudah selesai dan sebetulnya tinggal membangun saja. menurut Bapak Ahok pembangunan itu hanya menunggu instruksi dari pimpinan agar proyek tersebut bisa berjalan karena anggaran sudah ada dan sudah ketok palu di DPRD DKI Jakarta.

Seluruh fraksi saat itu sudah ketok palu dan pembangunan seharusnya tinggal dijalankan hanya saja sekarang tidak. Selama 5 tahun Anis memimpin DKI Jakarta yang terjadi hanyalah kerusakan demi kerusakan yang terstruktur sistematis dan masif.

Semenjak Anis yang didukung oleh Prabowo saat itu menjadi gubernur dan menang dengan cara-cara menjijikkan, proyek-proyek yang dibangun oleh Bapak Ahok harus mangkrak dan tidak diselesaikan karena dendam pribadi dan dendam kesumat. Buat saya Anies Baswedan adalah sosok yang paling jahat dan Prabowo di belakangnya.

Proyek mangkrak di DKI Jakarta yang dibangun di era Ahok harus dihentikan dengan paksa dan nama Ahok dihilangkan seperti waktu Soeharto mau membumihanguskan nama-nama dan identitas orang-orang keturunan Tionghoa.

Pembunuhan karakter kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dilakukan dengan begitu bernafsu oleh Anies Baswedan dan relawannya. Dan pada akhirnya proyek mangkrak terjadi dan mereka bahkan sampai hari ini berani menyalahkan Ahok yang melestarikan proyek mangkrak.

Padahal kalau kita telusuri dananya sudah ada dan siap dibangun. Ahok akhirnya buka suara dan mengatakan yang terjadi sebetulnya mengenai proyek jalur layang Pluit yang sampai sekarang nggak jadi-jadi. Memang musuh abadi dari bapak Ahok adalah Anies.

Sebenarnya bukan Ahok yang nyari musuh tapi ini adalah suatu antitesis dan hal yang bisa kita lihat secara bertolak belakang. Sosok pekerja dan sosok yang tukang bicara. Bapak Ahok itu kalau bicara memang tegas dan keras namun dampaknya adalah memulihkan dan membangun masyarakat.

Sedangkan yang satu lagi itu hanya bisa ngebacot dan pada akhirnya membuat Partai Nasdem hancur lebur berantakan ditinggalin sama kader-kadernya yang pintar. Memang sudah waktunya Anies Baswedan hancur karir politiknya dan tidak boleh maju bersama dengan Prabowo yang juga punya masalah dengan temperamen yang gak jelas.

Sumber : https://seword.com/umum/proyek-mangkrak-jlnt-pluit-ahok-sikat-anies-TCmCarA6BI

No comments

Powered by Blogger.
------------------------------